Archive for the ‘Music’ Category

h1

An Awesome Songwriter

Maret 9, 2011

This post is about a songwriter that made my day, haha..  -_-

Well, his name is Shawn Milke. The rhytm guitar, pianist, vocalist of a Post-Hardcore,  Screamo band called Alesana, well it’s one of  My favorite bands. And I’m not a gay! Don’t ask me why !

If you don’t know who is he, lemme give ya some pic of him

Emang cewek2 sih yg biasanya pada ngefans ama ni orang, dan emang fans cewek nya Alesana suka Alesana karena orang ini, ga semua sih tapi kebanyakan.  -_-

But it doesn’t work at me, you may called me a fans or what-ever of  him, but not because of his face nor his style, but it’s cause of the lyrics that he has made for the band.

Secara gak langsung doi udh menjadi influent tersendiri atau inspirasi gw dalam membuat sebuah lirik lagu, kata-kata yg dia punya cukup kaya dan lirik-lagunya pun lumanyun indah buat dibaca, seperti sebuah puisi yg bernada, mempunyai kesan seni tersendiri dan inilah yg menurut gw keren!

Dari kalimatnya pun gw belajar, gak semua lagu harus berlirik “tuliskan apa yg mau lo katakan”  lebih indah dan bagus jika diselipkan sebuah perumpamaan atau kata-kata kiasan. Dan sesuai dgn gw, yg gamau mengutarakan sesuatu langsung 100% ke halnya, biarkan orang lain berpikir apa maksudnya. “Thinking how to make you think”, that’s funny and beauty. Dibeberapa lagunya pun bisa membuat gw merasakan apa yg dikatakan dalam tulisan liriknya-jika kau menghayatinya. Itulah nilai seni yg gw dapet dari doi!

Dengan gayanya yg sedikit feminim tapi gak banci alias pretty-boy, dan suaranya yg khas ternyata ada nilai lebih tersendiri lagi dibaliknya.

Orang biasanya menilai sebuah musik dengan adanya screaming vocal, menganggap sebelah mata, tapi kalo lo seorang pecinta keindahan sebuah verbalisasi pemikiran, gw jamin screaming itu hanya tinggal masalah penyesuaian telinga.

(kiri ke kanan: Shawn’s sister, his mother and himself)

Sampai sekarang dalam menulis sebuah kalimat lagu gw selalu terinspirasi dari doi, yg menurut gw mengajarkan sesuatu dalam membuat sebuah karya dan beberapa quotenya yg keren juga, kaya ini yg sampai dijadikan tatto brg sama rekan satu bandnya, Pat.

“Sibuk hidup atau Sibuk sekarat?”

 

Dan satu lagi yg keluar dari mulutnya

 

“Percaya pada dirimu sendiri dan yakin atas keputusanmu karena orang terakhir di dunia ini yang harus kau lawan adalah dirimu sendiri.”  Shawn Milke.

 

Masih banyak hal-hal dari dia yg dapat menginspirasi, seperti tulisan-tulisan di blognya-yg cukup diakui.

Well, I think I’m finished to tell-a-lil-tale ’bout him, it’s fair to have an idol rite? And the last but not least word I wanna tell ya is.. I’m not a gay because of this shit! Thanks, now piss off!

h1

Headbanger a.k.a Metalhead

Desember 28, 2010

Sekarang gilirannya ngebahas penikmat dari yg biasa-saja sampai fanatik sebuah musik Metal, sebut saja Metalhead (kepala Metal? Mungkin karena isi kepalanya hanyalah Metal haha), atau suka disebut juga dengan Headbanger, karena ciri khas mereka saat mendengarkan genre ini, yaitu Head-banging (Menganggukan kepala) sirama dengan musik  seperti ini

 

 

 

Entah darimana asal-usul membuat cara ini menjadi cara menikmati musik keras ini, tapi istilah headbanger mulai sejak dari tur band Led Zeppelin di U.S tahun 1969. Para penonton di barisan pertama mengaggukan kepala mereka sesuai dengan iringan musik.

Cara menikmatinya pun bermacam2 ada yg sambil menutup mata mereka, ada yg sambil menaikkan tangan dan membentuk simbol ” \m/ ” dengan jariatau istilahnya, raise the “sign of horns”.

IMO, headbanging bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi beban pikiran atas masalah2 masalah lo, kenapa? Karena menurut gw dengan menganggukan kepala ini (dengan mendengarkan musiknya juga tentunya) bisa menaikkan adrenaline dalam diri lo sendiri, yg seharusnya dengan otomatis membuat lo lupa sejenak dengan masalah yg lo alami saat itu dan otomatis pun, bisa mengurangi beban lo karena pikiran itu, ye ga? ya walaupun, bisa bikin kepala dan leher rada2 pegel dan sakit juga kalo terlalu lama karena juga bisa menyebabkan struk atau penyakit lain yg disebabkan karna “cidera” di leher (jika tidak hati-hati). Hehe it’s just in my opinion, cmiiw..

Jadi sebaiknya when you’re bang your head you should stay aware, karena bisa membuat cidera juga jika tidak hati2. Dan ga buruk kan untuk mendengarkan dan menikmati musik Metal?

 

Beavis and Butthead aja setuju tuh, haha..

h1

METAL men! \m/

Desember 28, 2010

Kali ini gw mau bahas soal salah satu genre musik favorit gw yap Metal!

Jaman sekarang siapa sih yg gatau nih genre? Genre yg identik dengan kerusuhan, pemujaan setan dan banyak yg memandangnya negatif  dan seakan menutup telinga buat genre ini (sama nasibnya seperti dengan musik2 underground lain),  namun banyak juga yg membuka telinga bahkan membuat genre ini seperti melekat di jiwa mereka, mereka lah para Metalhead.

Tapi, sebelumnya gw mau sedikit bagi2 apa yg gw tau dan membuktikan kalo gw bukan seorang posser seperti anak2 abg sekarang kebanyakan.

Sejarah

Metal adalah sebuah (turunan)  genre Rock yg berkembang sejak tahun ’70 an. Kata Metal sendiri diambil dari sebuah baris pada bait sebuah lagu berjudul ‘Born To Be Wild’ dari band Rock bernama Steppenwolf.

berikut lirik yg dimaksud..

“I like smoke and lightning Heavy metal thunder Racin’ with the wind And the feelin’ that I’m under”

Tapi istilah itu belum dipakai sampai saat Black Sabbath mengeluarkan sebuah’ Self-Titled’ Album taun ’70, singkatnya Black Sabbath yg memulai memakai genre ini (cmiiw).


Dan band-band yg mulai ‘bermain’ di genre Classic Metal (Heavy Metal) ini seperti Led Zeppelin, AC/DC, Black Sabbath, Blue Oyster Cult, Deep Purple, Alive Cooper, riff gitar pada musiknya lebih bluesy.

Sub-genre metal:

1970’an:

– Heavy Metal (Classic Metal)

– New Wave Of British Heavy Metal (NWOBHM)

1980’an:

– Grindcore

– Glam Metal

– Doom Metal

– Speed Metal & Thrash Metal

– Black Metal

– Power Metal

1990’an:

– Alternative Metal

– Industrial Metal

– Punk Metal / Crossover Thrash

– Groove Metal

– Nu Metal

– Grunge / Post-Grunge

2000’an:

– Folk Metal

Symphonic Metal

– Metalcore, Melodic Metalcore

– Deathcore

– Melodic Death Metal

– New Wave Of American Metal (NWOAM)

– Mathcore

– Post-Metal

Dan beberapa sub-genre Metal yg gak gue tau era kemunculannya, seperti:

– Avant-garde Metal

– Christian Metal

– Extreme Metal

– Folk Metal

– Funk Metal

– Sludge Metal

– dll.

Seiring dengan perjalanan waktu, genre2 turunan Heavy Metal ini pun semakin banyak, ditambah dengan musisi2 yg selalu tidak puas dan selalu mencoba hal2 baru di dunia musik, seperti menggabungkan dua atau lebih “permainan” sebuah genre musik ke dalam sebuah lagu, yg menjadi salah satu penyebab utama terus bertambah/berkembangnya subgenre ini.

Yah, mungkin segini dulu sebagai pembuka terhadap apa yg gw bakal post berikutnya tentang Metal. At the end.. METAL MEN !!

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai